Selamat Sore, 2020
Selamat sore, 2020. Sejak Januari, di minggu pertama, kau dan aku sempat sama-sama takut. Takut dengan apa saja yang akan dihadapkan pencipta pada kita. Takut kalau-kalau hidup nyatanya sesingkat yang kita berdua pikirkan. Takut bahwa perjuangan yang selama ini dihadapi, harus berakhir tahun ini. Kau dan aku juga sama-sama disalahkan. Disalahkan dengan keadaan yang tak pernah disangka pikiran. Tiap orang menghitung angka-angka di kalender, lalu kudengar banyak memakimu. Bahwa selama ini kau adalah tahun terburuk yang pernah umat manusia hadapi. Kau seolah mati suri dalam ruang bernama pandemi. Sama, beberapa orang juga sering kali menghitung tiap-tiap angka, kapan kiranya aku terbebas dari jerat bernama kuliah. Memejam mata, yang tidak disangka jadi duka. Kita sama-sama sembab, berusaha memamahi ketidaktahuan ini. Di pertengahan bulan, kemudian kita saling bersinggungan. Aku jadi ikut-ikutan menyalahkan ketidaksalahanmu. Kedua bola mataku memerah, tapi sama sekali tak mengeluarkan airm...