Sebelum 7 Hari. Menjanjikan Di Awal, Mengecewakan Di Akhir | Film Pendek















sebelum 7 hari

Malam ini histeria akan membahas lagi film pendek horor. Setelah minggu kemarin saya membahas horor interlokal yang berjudul Don't Peek, maka malam ini saya akan membahas sebuah film horor lokal yang berjudul "Sebelum 7 Hari". Film ini, kembali lagi saya dapatkan dari rekomendasi kanal YouTube Bang Alvin Hagz. Terima kasih, bang Alvin.

Abstrak

Film horor pendek Sebelum 7 Hari merupakan film produksi kanal YouTube Pijaru, bekerjasama dengan Ruma Kreativ. Disutradarai oleh Ivan Padak Demon, dan naskahnya ditulis oleh Radics dan Reishan.

Sepasang kakak beradik, Bian dan Hanif, pergi ke rumah nenek mereka yang baru saja meninggal. Bersama sang ibu, mereka menyaksikan jasad sang nenek yang tidak pernah dikenal dekat sebelumnya, terkapar diselimuti kain sarung. Seperti budaya khas islam, warga sekitar melayat dan membacakan surat Yasin di depan jasad nenek.

Karena pemakaman direncanakan akan dilakukan keesokan harinya, Bian dan Hanif terpaksa menginap di rumah nenek mereka, di kamar nenek mereka. Kamar neneknya begitu sepi, hanya terdengar derit kursi tua yang sedang dinaiki Hanif. Mereka masih terlalu kecil untuk mengetahui bahwa arwah neneknya masih berada di dalam rumahnya dan sedang merindukan mereka.

Plus (+)

Bacaan surat Yasin di awal adegan sejujurnya berhasil membuat saya menaruh simpati dan lumayan penasaran dengan adegan berikutnya. Kesan mistis mendengar surat ini saat melayat orang meninggal, memang tak bisa dipungkiri. Memfokuskan suara pembaca surat Yasin, tanpa dipadu dengan suara lain, semakin menambah aura sunyi dan kelam di awal adegan.

Akting Bian dan Hanif juga tak kalah meyakinkan. Sejak awal mereka cukup bisa mengeksplorasi bagian masing-masing tanpa berusaha menonjol sendiri. Hubungan kakak beradik yang mereka perankan sudah cukup bagus dan bisa diacungi jempol.

Di film Sebelum 7 Hari Ini, music scoring-nya juga berasa banget. Semua sesuai posisi dan rapi buat saya. Tidak ada musik berisik berlebihan yang justru mengganggu keasyikan menonton film. Bahkan, untuk suara derit kursi tua milik nenek sudah menjadi kengerian tersendiri di film ini. Kamu yang mau menonton film ini, pasti dibuat parno dengan suara-suara musik latarnya.

Selain soal horor, film ini juga sepertinya menceritakan tentang kerinduang seorang ibu dan nenek yang sudah lama tak bertemu dengan anak juga cucunya. Karena kesibukan sang ibu,—tergambar dari ia masih menelepon dan terlihat agak kesal di awal adegan—membuat Bian dan Hanif jarang sekali bertemu nenek mereka. Meskipun eksekusinya masih kurang, namun hal tersebut jadi poin plus buat film ini. Adegan pelukan sang nenek di sudut pandang kaca lemari, menjadi bukti kerinduannya. Maaf, spoiler.

Minus (-)

sebetulnya, latar cerita tentang melayat ini sangat bisa menjanjikan kengerian. Cerita mengenai arwah orang meninggal yang masih bergentayangan sebelum 7 hari bahkan sebulan lebih, seharusnya dapat dimaksimalkan dengan baik. Malangnya, film Sebelum 7 Hari ini seperti kehilangan arah dan lupa esensi horornya. Mengandalkan music scoring yang memang bisa dinikmati, juga cerita yang katanya heartwarming tidak cukup bisa memberi kesan pada penonton. Atau buat saya sendiri.

Arwah gentayangan nenek, yang semestinya jadi andalan utama (bahkan dijadikan thumbnail), justru ditaruh di sudut-sudut yang kurang begitu meyakinkan. Alhasil, bukannya memberi efek bergidik, saya sebagai penonton malah heran dan tak tahu apa yang terjadi. Mungkin, sudut pandang kamera yang menurut saya salah posisi, juga mempengaruhi kekurangan itu. Sepertinya juru kamera harus menonton film yang dibahas minggu kemarin.

Saya sebagai penulis amatir di bidang mengulas karya sinema, juga merasa sedikit bingung dengan poin utama film ini. Arah yang kurang jelas, pengolahan cerita sesuai judul film yang kurang luas, membuat saya berseloroh di akhir cerita. Hah!? Segitu doang?

Skala Angka

  • Cerita: 5/10
  • Atmosfer: 4/10
  • Akting: 8/10
  • Audiovisual: 7/10

Memang sangat disayangkan, ketika para pemain dan latar musiknya sudah mendukung, bagian pentingnya yaitu sang nenek malah terkesan hambar. Skala angka keseluruhan untuk film Sebelum 7 Hari, ialah 6.

Seperti biasa, bagi yang penssaran dengan film horor pendek Sebelum 7 Hari, kamu bisa langsung menontonnya di bawah ini. Jangan lupa subscribe kanal Pijaru kalau kamu suka dengan filmnya.

Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama