Esensi Hari Ibu

hari ibu

Pagi ini, jujur saja saya masih lupa soal kapan tanggal yang dianggap spesial ini. Kalau tidak ada jejeran status hari ibu di WhatsApp, mungkin saya tidak pernah peduli. Sebetulnya unek-unek ini sudah sangat lama, sejak beberapa hari ibu tahun lalu. Kebetulan saja, karena blog Ruang eNIeR ini sudah fiks dan lebih rapi dari blog-blog zaman dulu, maka akhirnya hari ini saya keluarkan semua.

Kembali ke status yang saya singgung tadi, selepas subuh, sudah lumayan banyak yang gerak cepat mengikuti tren tahunan ini. Tentu saja, mereka memamerkan kedekatan dengan berswafoto bersama ibunda tercinta. Dari yang hanya sekedar deket-deketan, sampai yang mencium pipi segala. Seolah bermakna penggambaran cinta dari mereka buat ibunya.


Tapi, alih-alih senang dengan status yang rata-rata dibuat anak remaja, saya justru prihatin. Prihatin dengan diri sendiri tentang ketidakpedulian saya dengan hari ini. Prihatin dengan kenyataan bahwa kita masih kurang ajar pada orang tua. Prihatin dengan rasa bangga yang hanya untuk kebutuhan sosial media.


Saya yakin, esensi dari dibuatnya hari ini pasti sangatlah baik. Selain menjadi hari spesial buat ibu di seluruh negeri, hal ini juga bisa jadi bukti menghormati. Namun, rasa-rasanya esensinya hilang entah ke mana. Karena selepas hari ibu berakhir, masihkah kita bisa sedekat itu dengan ibu, seperti pada foto hari ini? Masihkan kita bisa menghormati, menjaga, menyayangi, dan berhenti membentak jika ia menasehati? Saya yakin, sulit pasti. Sudah terlalu banyak bukti.


Tidak berarti saya membenci hari besar ini. Saya hanya prihatin saja dengan makna di baliknya. Bukankah seharusnya hari ini menjadi hari memperbanyak perenungan, ketimbang foto-foto membicarakan kebersamaan? Iya... memamerkan kebersamaan juga tak sepenuhnya salah. Tapi sebaiknya, perbanyak merenung dulu saja. Jelas, sebagai anak, kita terlalu banyak dosa. Kalau malu meminta maaf, setidaknya berani bicara pada Tuhan, bahwa kamu memang banyak khilaf. Tuhan pasti bisa memaklumi rasa canggungmu.


Lagipula untuk saya, masih ada 2 hari ibu yang jauh lebih spesial dari hari ini, dan kebanyakan dari kita pasti lupa atau bahkan tidak tahu. Ialah tanggal lahir ibumu, dan tanggal ia melahirkanmu. Tanggal lahir ibumu sepantasnya jadi tanggal yang lebih spesial dan membahagiakan buatmu. Sebab sejak saat itulah ia sudah ditakdirkan Tuhan buat jadi ibu di masa depanmu. Juga tanggal lahirmu, ini juga spesial. Pada akhirnya, selama kurang lebih 9 bulan perjuangannya, ia dihadiahi anak manis sepertimu. Itulah kado spesial serta jadi hari terbaik baginya. Maka selain hari ini, janganlah lupa memberi selamat hari ibu, di kedua hari spesial itu.


But, happy mother's day for you, Mak.

Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama