Indomie Versus Mie Sedaap, Mana yang Paling Enak?

indomie vs mie sedaap

Di beberapa minggu kemarin, di TikTok, saya menemukan beberapa konten yang saling serang memperdebatkan mana yang paling enak, antara Indomie atau Mie Sedaap. Mereka saling klaim bahwa produk kesukaannyalah yang paling unggul dari yang lain. Bukan hanya konten kreator saja, para pengikut atau followers-nya ikut terbawa emosi dan mendukung idolanya di TikTok. Perselisihan itu lumayan sengit dan dramatis. Apalagi ditambah dengan fakta-fakta dari dua produk kasta teratas soal mi di Indonesia.

Sebetulnya, perdebatan antara Indomie serta Mie Sedaap, sudah cukup lama mencuat. Namun karena saya baru kepikirkan untuk membuat konten soal makan-makan di blog ini, maka baru kali ini saya bisa membahasnya. Agak terlambat, tapi ya sudahlah.

Pada tulisan ini, saya hanya sedikit menengahi saja. Meski di akhir nanti saya akan memilih salah satu di antara dua produk paling terkenal, di kasta permian ini. Saya akan mengulas—sepemahaman saya—soal tekstur, bumbu yang diberikan, hingga jenis rasa mana yang paling enak dari Indomie maupun Mie Sedaap.

Tekstur

Perbedaan tekstur antara Indomie dan Mie Sedaap sangat mencolok, saat kita menyeduhnya di air panas. Apalagi jika perebusannya cukup lama, terasa sekali perbedaannya.

Indomie memiliki tekstur yang lebih lembut dan licin, ketika diangkat menggunakan garpu atau sendok. Terlihat lebih estetik, bahkan mendekati tekstur mi luar negeri macam spageti dan juga ramen. Namun, disarankan jangan terlalu lama merebusnya. Sebab jika terlalu lama, keestetikannya akan berkurang sehingga malah lembek. Jujur saja, saya agak kurang berselera ketika ingin memakannya, kalau tekstur mi Indomienya terlalu lembek begitu.

Berbeda dengan kakak kelasnya, Mie Sedaap memiliki tekstur agak kasar ketika sudah direbus. Mirip-mirip mi bakso yang sering kita beli di kaki lima. Meski begitu, tekstur kasar ini juga sebetulnya tak kalah estetik. Tapi memang, tak seestetik Indomie kalau direbusnya dengan durasi yang tepat.

Entah ini hanya perasaan saya atau hanya sekedar halusinasi, tekstur dari kedua produk tersebut seperti mempengaruhi kuahnya. Seperti yang kita ketahui, kuah juga jadi poin perhatian bagi beberapa kalangan pecinta kuah.

Jika diperhatikan dengan seksama, kuah Indomie akan lebih cepat menyerap dibandingkan dengan Mie Sedaap. Ditinggal beberapa menit saja, kuah Indomie lama-lama semakin surut. Sedangkan Mie Sedaap jauh lebih konsisten dalam mempertahankan kuahnya. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu merasakan hal yang sama? Komentar saja di bawah.

Bumbu

Bumbu yang diberikan Indomie dan Mie Sedaap, tak kalah memiliki perbadingan yang berbeda. Malah, mungkin agak lebih sensitif kalau dibahas. Jadi, ini hanya sekedar opini saya saja. "No offense," kalau kata anak remaja zaman kiwari.

Soal bumbu dan pengaruh terhadap rasa, untuk saya pribadi, Mie Sedaaplah yang lebih unggul. Meski bungkus dan isinya terlihat kurang meyakinkan, namun ajaibnya rasanya tetap gurih dan menggiurkan. Bahkan saya berani menuangkan air kuahnya agak banyak. Aroma yang dihasilkan juga sesuai dengan nama produknya, Sedaap!

Bagaimana dengan Indomie? Ya... So-so-lah. Bungkus bumbunya sih, agak lebih mending. Tapi pengaruhnya terhadap rasa sedikit kurang. Sebetulnya bumbu Indomie juga tak kalah enak, jika kuahnya tidak terlalu dituang banyak. Apalagi produk ini memiliki tekstur yang lebih lembut, kesan enaknya bisa jadi muncul. Masalahnya ini soal kuah, masa dibiarkan hambar begitu saja. Soal aroma? Ya... Sama-sama sedaap!

Jenis rasa paling enak buat saya

Karena saya hidup di kampung dengan beberapa warung yang tidak menyediakan secara lengkap berbagai rasa, maka maaf saja jika jenis yang diberikan tidak lengkap. Saya hanya mengenal beberapa varian saja, dari kedua produk tersebut.

Indomie, di warung dekat rumah saya, memiliki cukup stok varian yang jauh lebih banyak ketimbang rivalnya. Mulai dari Indomie rasa ayam bawang, soto, seblak, goreng rendang, hingga goreng aceh. Hal ini menjadi bukti bahwa memang, banyak orang di kampung saya lebih pro terhadap Indomie. Tentu tidak mungkin kan, ini hanya karena selera penjual saja?

Lalu, mana yang jadi favorit saya? Waw, pertanyaan yang seolah menasbihkan saya sebagai seseorang yang penting. Haha...

Dari produk Indomie yang saya sebutkan di atas, saya pernah merasakan semuanya. Literally, merasakannya dengan sangat seksama, penuh penghayatan, serta penilaian. Pada akhirnya saya memutuskan bahwa Indomie rasa soto dan ayam geprek hype abis lah yang paling saya suka. Ya, hanya dua itu saja. Sisanya, ada yang bikin saya mual, ada pula yang terlalu biasa saja.

Aroma kuah soto yang dihasilkan, jauh lebih menggiurkan daripada yang rasa original atau ayam bawang. Aroma khas dari jeruk nipis kuah soto, benar-benar terwakilkan sampai tercium dengan sangat sopan ke hidung. Rasa kuahnya juga enak, apalagi jika ditambah beberapa potong cabe rawit. Beuh, mantap!

Untuk rasa ayam geprek hype abis, saya suka sebab alasan rasa saja. Bumbu yang biasanya tidak terlalu berasa di jenis kuahnya, berbanding terbalik dengan jenis atau varian yang ini. Gurih serta pedas yang disajikan, jauh melebihi ekspektasi selera saya soal Indomie. Bahkan saya rasa, Indomie mungkin bisa diunggulkan, jika yang dibandingkan adalah varian mi goreng.

Beda hal dengan Indomie, warung tempat biasa saya membeli jajanan, Mie Sedaap hanya memiliki stok 3 varian rasa saja. Yaitu rasa ayam bawang, kari spesial, dan mie goreng originalnya tentunya. Meski begitu, dengan sangat senang hati saya menyukai ketiganya.

Rasa gurih dari kuah Mie Sedaap ayam bawang begitu memanjakan mulut, terutama lidah. Setiap seruputan pada mi, juga mengeluarkan rasa yang tidak sepelit saingannya. Sudah tidak perlu lagi menambah toping ala-ala seperti di bungkusnya.

Rasa Mie Sedaap goreng original, apalagi! Jauhlah jika dibandingkan dengan rasa Indomie dengan rasa sejenis. Bumbu, kecap, minyak, serta saus, menyatu menjadi rasa sempurna. Bahkan kalau kamu mau mencoba sausnya, kamu akan merasakan bahwa sausnya saja sudah enak rasanya.

Finally, varian favorit saya yang selalu saya tanyakan jika mau membeli mi, ialah Mie Sedaap Kari Spesial. Memang betul ya, nama itu bisa mencerminkan doa. Sudah jelas sedaap, ditambah lagi dengan embel-embel spesial. Keduanya betul-betul menjelaskan, bahwa rasa mie kari ini memanglah sedap nan spesial. Dari segi aroma, rasa gurih, hingga estetiknya, sudah sempurna buat saya. Saya kadang rela batal membeli mi, jika varian kari spesial ini, tidak ada karena stoknya sudah habis.

Simpulan

Sedikit info saja, soal perdebatan yang pernah muncul di FYP akun TikTok saya. Para konten kreator ini sebetulnya memiliki maksud menghibur, bukan betul-betul berdebat panas. Mereka seperti terlalu gerah dengan drama di TikTok yang bikin riuh para pengguna di sana. Saya menjelaskan soal ini, supaya tidak dianggap baperan. Kan biasanya begitu, gagal paham saja bisa dibilang "baperan," di zaman serba digital ini.

Simpulan sesungguhnya, antara Indomie dan Mie Sedaap memiliki ciri khas yang berbeda. Indomie dengan tekstur mi dan segudang varian rasa, sedangkan Mie Sedaap dengan fokus rasa yang diberikannya. Dari kekhasannya itulah, keduanya bisa memiliki banyak penggemar fanatik mereka masing-masing.

Menurut para pembaca Ruang eNIeR dan blogger, manakah yang paling unggul. Apakah Indomie atau Mie Sedaap? Jelas Mie Sedaap dong ya... Saya tahu selera anda. Apa? Indomie? Serius, kita harus berdebat di kolom komentar. Sekarang!
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

7 Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

  1. Kalau kedua brand ini, aku lebih suka Indomie sih.
    Oh yaa, indomie ayam geprek kalo aku agak kurang suka krn rasanya pedes bangettt mas. Aku ga tahan hahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mas, saya malah sempat langsung sakit gara" makan mie geprek Indomie. Saya suka makanan pedas, tapi tubuh saya menolak haha.

      Hapus
  2. Kalau aku lebih suka rasa bumbunya indomie, mie sedap suka sih tapi karena mienya lebih kurus kurus...tapi andai dijejerin dan suruh milih tetep aku indomie sukanya weheheh

    aku indomie apa aja suka terutama yang goremg biasa, soto, ma sambal matah yang pedes itu...

    kalau mie sedap suka yang goreng aja (goreng ori) dan suka karena ada koya yang taburannya itu loh yang gurih gurih 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fanatik banget sama Indomie kayaknya nik kak Gustya. Bumbu Indomie juga enak, cuma kitanya harus ngasih kuahnya tipis", jangan kebanyakan. Kalau agak banyak, rasa bumbunya jadi hambar.

      Belum nyobain yang mie kari spesial kak? Itu enak banget lho, kuahnya. Biar bisa berpaling jadi kubu Mie Sedaap haha. Tapi emang mie sedaap goreng orisinalnya enak banget.

      Hapus
  3. Hahaha topiknya menarik🤣 Kalau disuruh pilih, sepertinya saya lebih baik netral saja, mas Nandar. Karena seperti yg dibilang, dua-duanya punya citarasa yg khas dan berbeda😂 Kalau soal tekstur, ingin menambahkan, buat saya cara mudah membedahkannya adalah indomie cenderung lebih tebal seperti sarimi, dan kalau dimasak cenderung harus lebih lama, sekalipun direbusnya setengah matang. Sementara mie sedaap, cenderung lebih tipis dan lebih cepat lembek saat direbus. Jadi, betul-betul harus ditunggu. Dan saya setuju soal kuah, mie sedaap cenderung lebih gurih dan indomie lebih kurang bumbu, tapi kalau airnya nggak kebanyakan pasti bakal enak🤤

    Dua-duanya punya varian rasa yg favorit, kalau indomie saya suka mie kocok bandung, bisa dibilang dari jaman baheula🤣 sementara untuk mie sedaap, nomor satu jatuh kepada mie goreng, karena sausnya enak, ditambah kacangnya gede-gede, jadi lebih berasa di lidah😂 overall, dua-duanya mantap wkwkw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya lupa membahas soal ketebalannya. Bener Awl, Indomie itu saya mikirnya mirip kek La Vonte (walaupun miripnya lumayan jauh sih). Buat saya, kalau Indomie kelamaan direbus, malah keliatan benyek dan gak berselera 😂. Enaknya emang cuma setengah mateng sih, udah pas.
      Saya pernah juga nyobain yang mie kocok bandung, tapi udah lama banget itu, jadi lupa gimana rasanya.
      Saus mie sedaap sih emang nampol. Dimakan mentah juga enak.

      Hapus
  4. masih favorit indomie goreng :D
    meskipun aku suka coba coba brand lain juga, untuk mie goreng andalan, indomie masih oke
    biasanya kalau mie sedap aku cobain untuk yang versi berkuah

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama