The One And Only Ivan, Dua Sisi Berbeda yang Sama-sama Kesulitan

Diadaptasi dari kisah nyata, The One And Only Ivan menyajikan dua sisi berbeda yang sama-sama kesulitan. Antara sisi binatang dan manusia. Ivan mewakili binatang sirkus yang merindukan kebebasan, sedangkan Mack mewakili manusia yang harus bisa bertahan hidup. Dua plot yang musti disimak baik-baik, ketika menonton film Disney ini.

Bagaimana kisah prihatin dari keduanya? Saya akan sedikit membahasnya untuk kamu semua. So, mari kita masuk!

Abstrak

Berlatar di tahun 90-an, Ivan telah menjadi gorila sirkus andalan Mack, lelaki tua yang pernah menyelamatkan hidupnya. Di Big Top Mall, ia bersama beberapa hewan sirkus lainnya memberikan pertunjukkan demi menyenangkan para penonton. Gajah tua bernama Stella yang berwibawa, Kelinci dengan mobil pemadam kesayangannya, anjing laut yang sering gusar dengan pertunjukannya, dan hewan-hewan cerdas lainnya. Mereka memamerka keahlian masing-masing dengan dipandu Mack, sebagai tuan mereka.

Namun sayangnya, pertunjukan Mack lama-kelamaan kehilangan selera penonton. Yang pada akhirnya ia membeli seekor bayi gajah bernama Ruby. Berharap, gajah kecil itu menjadi pusat perhatian baru, selain Ivan si gorila punggung perak.

Beberapa hari berlalu, saat masa kejayaan Ruby sudah sangat bersinar, Stella mati akibat usia yang memang sudah senja. Ruby jadi kesepian, dan sendirian. Sebelum pergi, Stella memberikan pesan pada Ivan, untuk membebaskan Ruby dari kandang dan pergi menuju alam liar.

Melihat keadaan Ruby yang semakin terlihat kesepian, membuat Ivan semakin mengingat masa lalunya di alam liar juga. Sebab saat ia masih kecil, Ivan pernah hidup bebas sebelum kehilangan segalanya. Untung saja, Mack menjadi pahlawan penyelamat hidupnya, yang akhirnya membuat Ivan lupa kisah kelam hidupnya itu.

Mack, berjuang menghidupi dirinya serta dua karyawannya, Goerge dan Castello, dalam keadaan hidup yang semakin sulit untuk mereka. Segala rupa ide dicari Mack supaya sirkusnya tetap bisa menghasilkan banyak uang, dan ia bisa makan. Tidak lupa Julia, gadis kecil yang sering menemani Goerge bekerja. Julia seolah jadi obat pereda hidup sulit mereka. Bukan hanya untuk Mack dan ayahnya, melainkan juga Ivan si gorila.

Julia senang mengobrol tentang gambar-gambar karyanya, bahkan tak sungkan memberi Ivan beberapa alat gambar. Tak disangka, akibat perbuatan gadis lugu itu, Ivan jadi semakin berani untuk berbicara jujur pada Mack melalui lukisannya.

Mack dan Ivan sama-sama berusaha saling mengerti, dengan keadaan satu sama lain. Walaupun pada akhirnya pilihan sulit harus dilakukan, demi sebuah kebahagiaan.

Dua karakter penting yang sangat intens

Ivan dan Mack, sungguh membuat cerita yang sebenarnya sederhana ini, menjadi lebih berisi. Keduanya punya keterikatan batin yang kuat. Meski pada dasarnya Ivan dibangun dengan CGI, Bryan Cranston berhasil mendalami karakter Mack dengan baik.

Dari dua karakter ini pula, saya bisa merasakan betapa kerasnya kehidupan. Baik untuk hewan maupun manusia. Sebab kadang, untuk bisa bertahan hidup, perlu ada satu pengorbanan dan salah satu harus dikorbankan.

Pesan moral dari masalah hidup yang saling bersinggungan

Film The One And Only Ivan, membuat saya merasa tak tega sekaligus bingung. Jika Ivan bebas, bagaimana nasib Mack? Begitu juga sebaliknya, jika Mack memaksakan Ivan tetap jadi hewan sirkus, Ivan tentu merasa terkekang.

Plot utama ini, di film The One and Only Ivan, tentu menjadi sebuah pesan moral buat kita. Di lingkungan kita, masih banyak orang-orang yang mengadu nasibnya melalui pertunjukan hewan. Misal, doger monyet.

Banyak sekali yang berargumen bahkan mencibir, soal pekerjaan tersebut. Menurut mereka, hal tersebut merupakan tindakan kekerasan pada hewan. Banyak yang menentang, tanpa memberi solusi. Jika ada sekalipun, kebanyakan seenaknya saja.

Jujur, saya sendiri bingung harus memihak mana. Apakah mendukung kebebasan Ivan, atau membiarkan Mack tetap bisa makan dengan usaha sirkusnya. Meski memang, di akhir cerita, mereka tetap bisa saling menerima.

Berdasarkan Kisah Nyata

Film The One And Only Ivan terinspirasi dari kisah nyata, perjuangan seekor gorila yang lahir pada tahun 1962, di Republik Demokratik Kongo.

Saat masih bayi, Ivan ditangkap dari alam liar dan dipaksa hidup bersama manusia. Nahas, semenjak ia semakin membesar, hidupnya semakin terkekang dan malah dikurung di sebuah ruangan sempit ukuran 14x14 saja. Ia bahkan dipamerkan ke khalayak umum, di sebuah pusat perbelanjaan B&I, Tacoma, Washington. Di sana, ia menghabiskan waktunya hingga 27 tahun. Terkurung, tanpa mendapatkan udara alam liar sekalipun.

Untuk saja, pada tahun 1994 Ivan berhasil dibebaskan oleh kampanye sebuah organisasi kesejahteraan hewan setempat. Iapun ditempatkan di kebun binatang Woodland Park, Seattle, dan dirawat jauh lebih baik di sana. Sayang, Ivan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, pada 21 Agustus 2012 silam.

Skala Angka

Skala angka untuk film The One and Only Ivan ini, sangat cocok diberi 7,5/10. Selain karena pesan moral yang dibawa dengan amat sederhana, film yang bisa ditonton lewat streaming di Disney Plus ini juga ramah untuk seluruh keluarga dari segala usia.

Bagaimana menurutmu? Apasih pesan moral yang bisa kamu dapatkan dalam film The One and Only Ivan ini? Komentar saja di bawah.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

2 Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

  1. Wah bagus juga ya filmnya ini, aku suka film yg berbaubau perjuangan gitu coba deh nanti nonton. Terimakasih infonya kak

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama