Metaverse ala Facebook, Baik atau Buruk? | NGOBROL #6

Selamat datang di Metaverse. Bersiaplah memasuki era sosial media level selanjutnya, dari hanya sekadar berinteraksi melalui teks dan video virtual saja. Sebab di masa depan nanti, kita dapat berinteraksi seolah sedang berada di dunia nyata, tanpa kontak fisik sama sekali. Rapat di ruangan khusus, mengganti baju, hingga konser, semua bisa dilakukan tanpa harus capek jalan kaki. Cukup rebahan. Begitulah kira-kira, gambaran konsep rebranding perusahaan Facebook Inc. menjadi Meta Platforms Inc. Membangun masa depan sosial maya yang lebih nyata, dengan semesta baru di dunia maya.

Kalau kamu pernah menonton film Ready Player One, konsep bernama Metaverse yang dibicarakan Om Mark ini, tentu tak terdengar asing lagi. Orang-orang bisa memainkan sebuah permainan virtual, seolah raganya benar-benar ada di permainan tersebut. Berinteraksi dengan karakter virtaul buatan sendiri, semau sendiri, sesuai keinginan sendiri.

NGOBROL LAINNYA: PRO KONT**

Lantas, apa dampak baik dan buruk Metaverse ini?

meta platforms inc.
image source by cnbcindonesia.com

Menurut saya sih, dampak baiknya, kita bisa melakukan apapun yang kita mau, yang tidak pernah didapatkan di dunia realita. Mungkin, bermain bola di GBK sepuasnya, introver bisa belajar berinteraksi, terbang seperti Superman, naik pesawat pribadi ala sosialita, berpetualang ala Nobita dan kawan-kawan, yang LDR tidak berasa LDR, jadi jamet, dan sebagainya. Dengan catatan, Metaverse milik Om Mark nanti, semua layanannya disediakan secara gratis. Tapi, agak ragu sih... Projek mahal soalnya!

Buruknya, tentu saja akan mengarah pada soal jati diri dan privasi. Orang-orang bisa sangat tidak percaya diri dengan hidupnya di dunia nyata, dan lebih senang menghabiskan waktu di dunia Meta. Orang-orang di masa depan akan lupa betapa indahnya berinteraksi secara langsung, daripada hanya diwakili karakter bukan realita.

Dari beberapa artikel berita yang saya baca, banyak juga singgungan terkait pemanfaatan data pribadi, yang akan dieksploitasi perusahaan Meta ini. Tentu kita tahu bahwa, hari ini saja, Facebook dan sohib-sohib sejenisnya, bisa sangat tahu apa yang sedang kita pikirkan. Ngobrolin makanan muncul iklan gofut, pengen jam tangan muncul iklan tokped, mikirin website muncul layanan hosting, mikirin kamu eh malah di-ghosting, dan berbagai contoh filter bubble effect lainnya. Bagaimana di masa depan nanti, coba? Privasi di sosial media sepertinya tidak akan pernah aman. Kecuali mungkin, kalau kamu seorang nolep, tanpa sosmed pula.

Metaverse bukan hanya bisa melihat interaksi secara tekstual saja, melainkan pula dengan gestur, mimik muka, dan tujuanmu mau ke mana. Hal ini bisa sangat menguntungkan finansial perusahaan, yang tentu saja tujuan utamanya untuk keuntungan. Omong kosong lah, kalau hanya sekadar ingin memperluas interaksi seluruh manusia di dunia.

NGOBROL LAGI: Kembali ke Radio

Sebenarnya, detail mengenai Metaverse ala perusahaan Om Mark ini belum terlalu jelas. Jadi, saya hanya membuat sedikit gambaran dengan mengaitkannya dengan film Ready Player One dan satu film lagi, yang saya lupa judulnya.

Selanjutnya, tentu saja pilihan bijaksana ada di kamu. Apakah akan mengikuti tren Metaverse di masa mendatang, cukup hanya memanfaatkan perkembangan sosmed hari ini saja, atau justru memilih kabur dari kecanduan sosial media dan lebih intens dengan keluarga.

Apa pilihanmu? Bagaimana menurutmu mengenai perkembangan internet di masa depan ini? Apakah Metaverse ala Facebook ini akan merusak, atau justru membangun? Yuk, obrolin saja di komentar.

Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama