h2amzOiq2Tn9rmGhajOa165fMKwBqbFxQjYwl3bC
Bookmark

Kumpulan Contoh Komentar Terhadap Buku Fiksi dan Nonfiksi

komentar buku fiksi
Komentar terhadap buku fiksi dan nonfiksi dapat menjadi hal yang sangat subjektif, tergantung pada pandangan pembaca sendiri. Namun, dengan memperhatikan beberapa faktor seperti isi, plot, karakter, gaya bahasa, dan tema, kita dapat memberikan analisis yang lebih objektif terhadap sebuah karya sastra. Dalam artikel ini, saya akan memberikan beberapa contoh komentar terhadap buku fiksi dan nonfiksi yang dapat membantu kamu dalam memilih karya yang tepat untuk dibaca.

Buku yang disebutkan pada tulisan ini, merupakan buku yang sudah selesai saya baca. Ada yang fiksi adapula yang nonfiksi. Seluruh komentar juga merupakan pandangan saya sendiri. Jadi, kalau kamu punya pendapat lain tentang buku yang kebetulan ada pada daftar di bawah ini, kamu boleh memberikan komentar di bawah ya.


Beberapa Aspek dalam Mengomentari Buku Fiksi dan Nonfiksi

Dalam menilai atau mengomentari buku fiksi maupun nonfiksi, kamu dapat memperhatikan beberapa aspek tertentu. Penilaian tersebut mencakup apa yang bagus dan yang tidak bagus pada keseluruhan buku.

Beberapa aspek yang bisa kamu komentari di antaranya:


Isi

Hal terpenting pada sebuah buku bacaan fiksi maupun nonfiksi tentu saja isi yang ada di dalamnya. Maka dari itu, komentari dahulu isi buku yang kamu baca sebelum aspek lainnya.

Kamu bisa mengomentari manfaat dan atau amanat apa yang diberikan, apakah penjelasannya lengkap serta jelas, dan sebagainya. Sebutkan juga kekurangan dan kelebihan dari segi isinya.


Bahasa

Aspek bahasa ini mencakup gaya tulisan yang digunakan oleh penulis pada bukunya. Apakah bahasanya menggunakan gaya populer, bisa seolah sedang mengobrol dengan kita sebagai pembaca, menggunakan majas atau perumpamaan, dan sebagainya.

Kalau kamu pembaca awam, yang masih belum gemar membaca buku, aspek ini mungkin akan terasa lebih sulit. Maka dari itu, agar lebih mudah, posisikan saja dirimu ketika sedang mengobrol dengan teman dan guru. Berbeda bukan? Nah, hal tersebut bisa diaplikasikan atau diterapkan ketika kamu ingin mengomentari sebuah buku dari aspek bahasa.


Tampilan Fisik

Berbeda dengan dua hal di atas tadi, tampilan fisik ini sepertinya menjadi aspek penilaian buku yang termasuk mudah. Kamu hanya perlu mengomentari contoh, gambar, dan ilustrasi yang ada di dalam buku yang dibaca.

Lihatlah tampilan luar sampai dalam pada buku yang akan dikomentari. Apakah warnanya menarik perhatian, banyak gambar dan ilustrasi yang memancing penasaran atau tidak, dan apakah relevan atau bersangkutan dengan apa yang sedang dibahas pada buku tersebut.

Dari ketiga aspek di atas, mengomentari buku fiksi maupun nonfiksi sebenarnya gampang-gampang susah. Faktor penting agar bisa lebih mudah, kamu harus bisa benar-benar memahami buku yang dibaca. Tidak sekadar hanya membaca saja, lalu langsung komentar tanpa tahu aspek-aspek penting dalam bukunya.

Supaya lebih memahaminya, berikut adalah beberapa contoh komentar buku fiksi dan nonfiksi.


mengomentari buku fiksi

Contoh Komentar Buku Fiksi Singkat


Contoh 1

Judul buku: Bumi

Pengarang: Tere Liye

Keseluruhan plot cerita pada novel Bumi ini sangat menarik dan mengundang ruang fantasi yang asyik. Sebagai pembaca, saya bisa merasakan bagaimana ketegangan yang dihadapi tokoh utama dan teman-temannya. Raib yang awalnya hanya gadis SMA biasa sampai kemudian harus mengetahui punya kekuatan melebihi manusia pada umumnya, diceritakan dengan tanpa terburu-buru.

Seperti yang pernah disampaikan Tere Liye, bahasa yang digunakan pada novel bumi ini memang dikhususkan untuk pembaca awam dan kalangan remaja. Bahasa yang digunakan benar-benar mengikuti gaya anak remaja SMA pada umumnya. Tidak baku, asyik, menghibur, namun tetap memancing agar terus dibaca.

Sampul buku yang berwarna hijau juga sangat mewakili judul novel ini. Terlebih lagi, saya juga sangat suka warna hijau. Sehingga warnanya sangat menonjol dan memancing untuk dibeli, ketika saya berada di toko buku. Tampilan luarnya ini juga terlihat elegan, dan sangat cantik ketika disimpan di rak buku kamar saya.


Contoh 2

Judul buku: Padang Bulan

Pengarang: Andrea Hirata

Buku ini menyajikan cerita tentang seorang gadis muda bernama Enong, yang kuat dan tangguh menghadapi kehidupan sulit. Bukan hanya itu, kisah perjalanan Ikal dan detektif M. Nur juga menghiasi keseruan membaca buku ini. Sesekali mengundang banyak tawa juga.

Meski dialognya lumayan kental dengan bahasa Melayu, tapi saya masih bisa paham dengan obrolan-obrolan para tokoh di buku ini. Bahasanya juga tidak terlalu baku, sehingga saya bisa tetap menikmati bacaannya tanpa harus pusing memikirkan istilah baru yang rumit.

Perpaduan warna merah dan oranye, juga membuat buku Padang Bulan ini tampil cantik dan segar. Ilustrasi dua burung yang bertengger di atas pohon, dengan bulatan sempurna seperti bulan di tengahnya, sangat mewakili isi bukunya.


Contoh Komentar Buku Fiksi dengan Disertai Ringkasan


Contoh 1

Judul buku: Bumi

Pengarang: Tere Liye

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Alamat penerbit: Gedung Gramedia Blok I, Lt. 5, Jl. Palmerah Barat 29-33, Jakarta 10270

Kota terbit: Jakarta

Jumlah halaman: 440 halaman

Ukuran: 20 cm

Cetakan I: Januari 2014

Novel Bumi adalah buku pertama dari serial Bumi atau Dunia Paralel, yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama tahun 2014. Novel ini ditulis oleh seorang penulis ternama Indonesia, Tere Liye.

Raib adalah anak gadis pemalu yang gemar membaca buku. Tidak ada yang spesial dari perempuan berumur lima belas tahun ini. Ia tidak terlalu menonjol di kelas, dan hanya memiliki beberapa teman saja.

Sebagai anak satu-satunya, ia benar-benar mendapat perhatian penuh dari kedua orang tuanya. Di rumah, Raib juga memiliki dua kucing yang sudah dirawatnya sejak kecil.

Kehidupan Raib yang sebenarnya damai-damai saja, berubah menjadi menegangkan ketika tahu ia bukanlah manusia biasa saja. Raib, memiliki kekuatan yang bahkan tidak ia bayangkan sebelumnya.

Melalui fakta tersebut, kehidupannya sedikit demi sedikit menjadi berubah. Berbagai kejadian aneh datang silih bergantian. Hal-hal tidak terduga juga harus diterimanya. Raib harus mau menerima kenyataan tersebut, meski bisa membahayakan orang di dekatnya serta dirinya sendiri.

Cerita perjalanan Raib dalam mengungkap banyak fakta tentang dirinya dan orang-orang di sekelilingnya, sangat menarik untuk diikuti. Dari mulai pengenalan sang karakter utama sampai kemudian menghadapi berbagai masalah, disampaikan secara bertahap. Tidak ada kesan terburu-buru, sehingga saya bisa mengikuti setiap babak yang ada pada novel Bumi ini.

Ditambah lagi, gaya bahasa yang mengikuti anak remaja, menambah kesan tersendiri untuk novel ini. Hampir tidak ada bahasa atau istilah yang terlalu rumit. Sehingga buku fiksi ini sangat pas untuk dibaca oleh anak-anak remaja maupun pembaca awam.

Konflik yang disajikan dalam novel Bumi juga seru dan menegangkan. Rasa susah payah Raib dan teman-temannya, yang harus menghadapi makhluk asing, ditampilkan dengan sangat baik. Saya bisa merasakan ketegangan dari mereka, dan kehancuran yang terjadi di sana.

Meskipun novel Bumi ini seperti mengikuti novel Harry Potter, namun kisah serta latar belakang ceritanya sangat berbeda dari buku karya J.K. Rowling tersebut. Ceritanya lebih mengikuti kebiasaan anak remaja SMA di Indonesia, yang jauh lebih seru buat saya.

Pada intinya, novel Bumi ini seru dan menambah bahan fantasi otak kita, tentang kekuatan super yang mungkin sering kita inginkan waktu kecil. Cocok deh, untuk menemani waktu senggang.


Contoh 2

Judul buku: DARAH; Sebuah Kumcer Psikopat

Pengarang: Baiq Cynthia; Damar; Erby S; Genta Amethyst; Ujwar Firdaus

Penerbit: Scritto Books Publisher

Alamat penerbit: Jl. Pandean II No. 19 Sleman - Yogyakarta

Kota terbit: Yogyakarta

Jumlah halaman: 224 halaman

Ukuran: 13x19cm

Cetakan I: 2018

Buku kumpulan cerita pendek ini berisi sepuluh cerpen bertema horor. Kumcer berjudul "DARAH" yang diterbitkan oleh Scritto Books Publisher ini ditulis oleh lima orang penulis yaitu Baiq Cynthia, Damar, Erby S, Genta Amethyst dan Ujwar Firdaus.

Secara keseluruhan, buku kumpulan cerita pendek ini bercerita tentang sisi gelap manusia. Penulis-penulisnya membawa pembaca untuk masuk kedalam hal-hal yang lebih gila tentang bagaimana manusia bertingkah laku di dunia. Adegan-adegannya digambarkan cukup sadis dan bisa membuat bulu kuduk berdiri.

Bagi yang tidak suka dengan adegan gore, buku ini sepertinya tidak dianjurkan untuk dibaca. Namun, untuk penggemar cerita bertema horor misteri, buku DARAH ini wajib jadi bahan bacaan di kala malam.

Gaya bahasa yang disajikan pada kumpulan cerpen ini terbilang ringan dan tidak terlalu membingungkan. Malahan, pada beberapa bagian di beberapa cerpen, pembawaannya justru dapat dengan mudah dipahami. Untuk saya pribadi, gaya bahasanya justru tidak terlalu dapat dinikmati dan terkesan seadanya saja.

contoh komentar buku non fiksi

Contoh Komentar Buku Nonfiksi Singkat


Contoh 1

Judul buku: Anak Bertanya, Pakar Menjawab

Penyunting: Hendra Gunawan

Buku ini berisi tentang jawaban dari para pakar atau ahli, dari berbagai pertanyaan yang ditanyakan oleh anak-anak sekolah dasar. Tema pembahasannya tidak jauh dari tentang alam dan kehidupan, serta bumi dan lingkungannya.

Meski konsep bukunya seperti dikhususkan untuk anak-anak, namun buku ini masih sangat cocok dibaca oleh semua kalangan usia. Sebab para pakar yang menjawab pertanyaan anak-anak ini, benar-benar menjelaskan jawabannya secara terperinci dan sangat mudah dipahami. Sehingga pembaca bisa lebih tahu apa saja fakta menarik yang ada di bumi kita ini.

Sesuai judulnya, bahasa yang digunakan oleh para pakar ini bisa dikatakan cukup santai dan menyenangkan. Mereka seolah sedang mengobrol dengan anak yang memang berada di masa yang serba ingin tahu banyak hal.

Menurut saya, satu hal yang kurang dari buku ini adalah tidak dicantumkannya nama anak yang bertanya. Hanya nama pakarnya saja yang ditulis sebagai penjawab. Memang terkesan sepele sih, tapi kalau nama penanyanya dicantumkan di buku, pasti ada kebanggaan tersendiri dan tentu akan memancing anak-anak lain untuk bertanya.

Beberapa ilustrasi yang ada di buku ini cukup menarik. Tidak berlebihan, dan sesuai dengan pembahasan. Walaupun sebenarnya warnanya kurang mencolok dan agak kurang enak dilihat mata.


Contoh 2

Judul: Groningen Mom's Journal

Pengarang: Monika Oktora

Buku ini sangat memotivasi saya untuk ikut bercita-cita kuliah di luar negeri. Perjalanan Mbak Monika Oktora dalam memperjuangkan keinginannya, sangat menginspirasi orang-orang yang hendak kuliah juga. Buku ini juga sesekali disisipi dengan cerita Runa, anak dari Mbak Monika.

Pengarang buku juga tidak pelit ilmu. Dalam bukunya ini, ia juga memberikan banyak tips bermanfaat yang bisa terjadi ketika ingin berkuliah ke luar negeri. Seperti bagaimana mencari kerja di Belanda, tips mendaftar universitas di luar negeri, dan sebagainya. Pokoknya buku ini menarik, deh.


Contoh Komentar Buku Nonfiksi dengan Disertai Ringkasan


Contoh 1

Judul: Mencerahkan Bakat Menulis

Pengarang: Sutanto Leo

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Alamat penerbit: Gedung Gramedia Blok I, Lt. 5, Jl. Palmerah Barat 29-37, Jakarta 10270

Kota terbit: Jakarta

Jumlah halaman: 489 halaman

Cetakan I: 2017

Buku Mencerahkan Bakat Menulis ini berisi tentang panduan lengkap dan praktis untuk berlatih menulis berbagai jenis tulisan fiksi maupun nonfiksi. Buku ini membahas berbagai aspek kepenulisan, seperti pentingnya menulis, masalah yang sering muncul, dan cara meningkatkan kualitas tulisan agar lebih baik dan enak dibaca.

Buku ini sangat cocok dibaca oleh siapa saja. Baik itu oleh pembaca awam yang ingin mulai memahami dunia menulis seperti pelajar dan mahasiswa, hingga para ahli yang berkecimpung di dunia pendidikan.

Sutanto Leo, sang penulis buku, mengemukakan semua langkah-langkah menulis dari awal hingga akhir dengan bahasa yang mudah dimengerti. Terdapat pula berbagai contoh yang membuat pembaca semakin paham dengan teori-teori yang disampaikan.

Selain itu, buku ini juga membahas berbagai masalah yang sering ada dalam dunia kepenulisan. Seperti peringkat menulis karya ilmiah yang rendah, minat menulis, metode pembelajaran, dan lain sebagainya. Sehingga kita tahu bagaimana perkembangan budaya menulis di Indonesia.

Untuk saya pribadi, yang seorang pelajar, buku ini sangat membantu saya dalam mendapatkan pemahaman yang lebih tentang pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Meskipun bukunya bersifat umum, tapi saya sebagai pelajar masih bisa memahami buku ini karena bahasanya tidak terlalu rumit. Buku Mencerahkan Bakat Menulis ini sangat cocok untuk anak-anak yang ingin mengembangkan bakat menulisnya.


Contoh 2

Judul: Smartphone Photography; Foto Kece Cuma Pakai HP

Pengarang: Ariana Octavia

Penerbit: GagasMedia

Alamat penerbit: Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur-Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630

Kota terbit: Jakarta

Jumlah halaman: 122 halaman

Ukuran: 14x20cm

Cetakan I: 2018

Buku yang diberi judul Smartphone Photography ini merupakan buku yang membahas tentang bagaimana cara memotret objek yang kece, dengan hanya menggunakan ponsel atau HP. Pada buku ini dijelaskan pula tentang pentingnya sebuah visualisasi foto untuk mempromosikan satu produk, konsep-konsep fotografi, bagaimana sebuah foto bisa bercerita, serta tips dan trik menangkap gambar melalui smartphone yang kita miliki.

Buku ini sangat bermanfaat bagi yang suka dengan fotografi, terutama yang bertema produk-produk jualan seperti makanan maupun minuman. Ditambah lagi dengan pembawaan gaya bahasa yang tidak monoton atau terkesan formal, membuat pembaca jauh lebih tertarik mempelajarinya.

Ariana Octavia, penulis buku ini, mengemukakan seluruh ilmunya kepada pembaca. Mulai dari cara memotret yang baik dan benar dengan hanya menggunakan ponsel, cara bercerita melalui gambar yang diambil, dan beberapa inspirasi fotografi dengan HP lainnya.

Buku ini juga memberikan beberapa contoh hasil gambar yang diambil hanya memalui ponsel pintar saja. Hasilnya memang terlihat elegan dan sangat bagus, tidak kalah dengan kamera digital profesional seperti SLR. Tampilan kaver dan isi buku juga cukup berwarna dan menarik. Hal ini bisa menambah antusias orang-orang, terutama remaja untuk bisa memiliki dan membaca buku ini.

Sebagai seseorang yang gemar mengambil gambar, saya sangat senang dan puas ketika membacanya. Saya bisa lebih tahu bagaimana cara mengambil momen yang tepat dan estetik dengan bermodal ponsel pribadi.


Penutup

Dalam membuat komentar tentang buku fiksi dan nonfiksi, sebaiknya kamu membaca buku yang ingin dikomentari dengan sungguh-sungguh. Supaya ketika ingin memberikan pujian maupun kekurangan yang ada di buku, kamu bisa lebih mudah menulisnya.

Subjektivitas juga sangat penting dalam mengomentari buku fiksi dan nonfiksi. Komentar tentang buku-buku di atas mungkin saja bisa jauh berbeda dengan pendapatmu sendiri. Baiknya, sampaikan saja sesuai dengan pendapatmu sendiri tanpa terbawa oleh pendapat orang lain. Intinya, jangan takut salah dalam menyampaikan opini kamu sendiri.

Sekian untuk pembahasan dan contoh komentar terhadap buku fiksi dan nonfiksi kali ini. Semoga apa yang saya sampaikan bisa mudah kamu pahami, ya. Selamat belajar teman-teman!


Posting Komentar

Posting Komentar

Hai! senang bisa mendapat komentar darimu. 😊
Sok, kasih kritik maupun saranmu buat blog ini. Jangan nanggung, hajar aja!