Mengikis Isu | NGOBROL #4

Dulu, jika ditanya isu paling hangat apa yang terjadi di negera ini, maka sangat mungkin saya akan tahu jawabannya. Karena memang, saya suka kepo dengan kejenakaan warga, terutama politikus negara maritim ini. Baik di sosmed, maupun media berita.

Setiap bulan, ada saja hal-hal yang bikin rakyat normal pusing. Dari wakil rakyat (sering bilang dirinya penguasa) yang bisa kepikiran korupsi uang bansos, selebriti yang pansosnya sudah tidak masuk nalar, hingga warga-warga random yang tiba-tiba terkenal. Apalagi di era serba dibatasi. Polah tingkah rakyat maritim benar-benar sulit terkendali.

Trend berfaedah maupun unfaedah, sangat menarik jadi bahan tulisan berbumbu kritik. Ya, saya memang lebih suka jadi oposisi dari berbagai sudut. Biar kelihatan cerdas soalnya. Biar dicap netral.

Hingga akhirnya saya menyerah memahami. Dan ya, terakhir kali ingin tahu hal gila apa yang sedang terjadi di negeri ini, adalah soal korupsi Juliari. Kasus paling sakit dari orang yang sakit, tak punya hati. Mungkin boleh dibilang tolol tersertifikasi.

Sehabis itu, saya tidak lagi mengikuti. Tahu sedikit sih, tapi malas mencari fakta lebih dalam lagi. Apalagi hal-hal receh, macam pamer kekayaan selebriti. Gak! Sama sekali gak peduli. Kalaupun tiba-tiba muncul di layar ponsel, saya cuma liat judul, kemudian berkata, "oh." Scroll lagi.

NGOBROL JUGA: PRO KONT**

Ayolah, mereka, para wakil rakyat yang tersorot media akibat kelakuan bejatnya, bakal langsung tertutup isu selebriti. Atau setidaknya tertutup rakyat kecil yang tetiba saja viral sana-sini. Polanya akan terus begitu. Tidak pernah ada yang beda sama sekali. Entah kebetulan, atau memang sudah ada "janji".

Mirip pola yang juga dilakukan para wakil rakyat Korea Selatan. Kalau tidak salah. Saya lupa. Cari di Google saja.

Mungkin sekitar bulan Februari, akhirnya saya istirahat menyimak isu-isu viral. Diganti dengan menyibukkan diri menulis di blog, jualan online, nonton hiburan, juga rebahan.

Meski terkesan monoton, hal-hal tersebut justru malah menyegarkan pikiran. Imajinasi yang sebelumnya mandeg ditekan isu, jadi lebih mengalir bahkan saat sedang tiduran.

Dengan tidak peduli isu receh yang ujung-ujungnya meningkatkan insight si pelaku, justru malah lebih baik. Saya kira begitu. Bagaimana denganmu?

Gitu aja sih.

Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

2 Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

  1. Sama, mas Nandar. Hidup saya pun kerasa lebih damai kayaknya kalau lagi istirahat dari hiruk pikuk berita yg nggak pernah berhenti di media sosial. Ada dalam satu hari saya harus konsumsi berita yg bikin puyeng, terakhir soal KPI itu. Sejujurnya kepala serasa mau meledak. Di satu sisi, saya jadi punya bahan untuk menulis. Di sisi lain, pikiran dan waktu saya banyak terbuang buat memahami dan mengkaji isu yg ada. Akhirnya kegiatan yg harusnya saya lakuin malah terlantar. Hadeuuuh.

    Harus pintar-pintar kontrol diri sih kalau sudah begini, sama seperti yang mas Nandar lakuin. Kalau udah too much, biasanya saya pilih menjauh dan fokus lagi dengan dunia nyata seperti sekarang. Fokus benah-benah blog sendiri dan blogwalking. Terus deactivate medsos dulu buat sementara waktu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bosen banget sama trik-trik media, tingkah laku wakil rakyat dan selebriti.

      Hapus
Lebih baru Lebih lama