Puisi-puisi 'Turut Berduka Cita' dari Nandar IR
pixabay/Free-Photos Puisi-puisi 'turut berduka cita' dari Nandar IR ini berisikan tentang 'kematian' seseorang di masa hidupnya. Ia belum mati, tapi ia perlu dikasihani. Turut Berduka Cita Dalam naungan Tuhan yang Maha Bijaksana Aku menengadah terbuka tetesan airmata Dalam doa kepada Tuhan aku terbata-bata memaksa kan hitung jemari kalam atas tujuh dosa Dalam sajadahku tercetak duka cita masa-masa kecilku tanpa pijar, kelam Ronta, Amuk, Kesedihan, Sengsara, Dalam naungan Tuhan yang Maha Wibawa Aku menengadah terbuka dua tangan goresan siksa si kecil dalam dunia lamunannya mengiba Soal keadilan Tuhan yang tak kunjung menyapa Diamlah Ssssstttttt...... Diamlah. Bocah dalam Lamunannya Si bocah ini memang begini semalaman Ngelamun sampe di ujung kematian Jepit-jepitan yang disebut 'masa depan' Percaya setan percaya Tuhan Si bocah ini memang begini seharian Ngelamun sampe dia jadi kakak-kakakan Ibunya punya seporsi lagi, tapi bukan perempuan Di otaknya si bocah pikir ...